Kisah David dan Telpon Umum

28 Oktober 2008

Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan berpengharapan.

David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya.

Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya yaitu satu keping uang logam itu ke dalam telepon. *”Halo, apa kabar,”* telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: *”Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.”* Baca entri selengkapnya »


SMS Malam Pertama

19 Oktober 2008

Alkisah ada 3 orang saudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berbulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali.

Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua Orang Tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi selama mereka berbulan madu.

Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka menggunakan Kode/Sandi tentang moto-moto Iklan. Supaya praktis dan murah, berita dikirim lewat SMS. Baca entri selengkapnya »


“Tersenyumlah dengan Hatimu”

15 Oktober 2008

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yang bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.  Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.”

Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah. Baca entri selengkapnya »


Maukah kita mencintai seseorang tanpa syarat??

13 Oktober 2008

Dengan Belajar dari pengalaman Bp. Suyatno, membuat kita terhenyak sebentar.. apa itu cinta tanpa syarat ? Bagaimana ia berkorban dan bahagia dalam pengorbanannya ? Sungguh luar biasa cinta yang beliau berikan kepada istrinya.

Semoga kisah ini dapat menjadikan renungan buat kita semua..

Berikut kisahnya :

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Baca entri selengkapnya »


Apa yang membuat anda bisa masuk surga??

13 Oktober 2008

Sebuah cerita yang sangat menyentuh dan menyadarkan sisi-sisi kesombongan kita, terutama kita-kita ini yang merasa dirinya telah banyak berbuat baik. Sebuah inspirasi dan renungan bersama buat kita.

Ada seorang pria meninggal dunia dan pergi ke Surga. Di depan pintu gerbang, sang Malaikat menemuinya. Katanya, “Begini… Supaya bisa masuk ke dalam Surga, kamu perlu mendapatkan nilai 100. Kamu sebutkan semua kebaikanmu selama di dunia dan aku akan memberi nilai atas setiap kebaikanmu. Begitu kamu mencapai nilai 100, silakan masuk.”

“Baik,” kata pria itu, “Saya menikahi seorang wanita yang sangat aku cintai. Saya tidak pernah selingkuh, bahkan memikirkan soal itu saja tidak pernah.” Baca entri selengkapnya »