Sejarahnya Cowok Gila Bola (agar para cewek pada maklum ….)

Musim bola datang lagi. Dan hajatan besar ini menghebohkan para cowok di seantero dunia. Para cewek mungkin akan merasa kesal karena selama beberapa pekan ke depan pasangan cowok mereka akan lebih memilih nonton pertandingan bola daripada memperhatikan diri mereka.

Tapi kenapa ya, para cowok begitu keranjingan olah raga, terutama sepak bola. Nah, ada suatu penelitian yang dilakukan oleh sepasang suami istri bernama Allan Pease dan Barbara Pease. Hasil penelitian tersebut lalu disusun dalam beberapa buah buku yang kini menjadi best seller. Ternyata hasil kajian mereka terhadap para cowok yang sampelnya diambil dari seluruh dunia itu sangat menarik.

Sewaktu masih kanak-kanak, anak cewek memiliki boneka untuk latihan mengasuh anak dan anak cowok menendang dan mengejar bola sebagai latihan “berburu”. Sebagai orang dewasa, para cewek mengganti boneka mereka dengan anak-anak, namun para cowok masih menendang bola. Maka dalam kenyataannya, tak banyak yang berubah dalam ratusan ribu tahun – cowok masih berburu dan cewek masih mengasuh anak.

Hingga akhir abad ke-18, teknik pertanian dan peternakan sudah semakin maju, yang berarti aktivitas berburu untuk mencari makan tidak lagi menjadi prioritas. Untuk mengatasi persoalan frustrasi karena diri mereka tak lagi diperlukan untuk mengejar dan mengenai sasaran, para cowok menggunakan dua kegiatan pengganti, yaitu kerja dan olah raga. Keduanya aktivitas ini melibatkan semua unsur dalam berburu: mengintai, mengejar, membidik dan mengenai sasaran.

Konsekuensinya, 90% dari semua olah raga bola modern berasal antara tahun 1800 dan 1900 M sebagai pengganti kegiatan berburu. Sekali lagi, inilah sebabnya mengapa hampir semua cowok terobsesi oleh pekerjaan dan olah raga mereka, sementara hampir semua cewek tidak. Sebenarnya, berbagai bentuk olah raga modern adalah sebagai pengganti kegiatan berburu.

Dengan menjadi pengikut setia tim olah raga kesayangannya, seorang cowok sekali lagi dapat menjadi anggota kelompok berburu. Tatkala dia menonton pahlawannya di lapangan dia berfantasi dirinya sendirilah yang melakukan tembakan itu dan mencetak angka. Cowok dapat menjadi begitu emosional tatkala mereka menonton sepak bola sehingga mereka merasa seakan-akan mereka sedang ikut bermain sungguhan di sana. Otak mereka membuat perkiraan atas kecepatan, sudut, dan arah bola dan mereka berteriak gembira kapanpun “pembunuhan” atau GOL terjadi.

Mereka dapat mengingat dengan rincian yang begitu hidup skor atau gol-gol yang tercipta dalam suatu permainan beberapa tahun yang lalu, dan matanya bisa berkaca-kaca tatkala mendiskusikan apa yang seharusnya dilakukan oleh sang pemain dan hasil yang seharusnya terjadi. Misalnya, setelah Inggris menang dalam Piala Dunia tahun 1966 melawan Jerman, hampir tak ada satu pun cowok di Inggris yang tak dapat menyebut nama-nama para pemain, gol-gol yang hampir mereka buat, dan kesalahan-kesalahan taktis yang terjadi. Ini adalah keahlian yang luar biasa, namun mereka masih tidak tahu nama-nama keponakannya, tetangganya atau tanggal berapa Hari Ibu diperingati.

Sumber: “Kenapa Pria Hobi Bohong” oleh Barbara & Allan Pease

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: