Profil: Sepuluh Fakta Menarik Tentang Paul Scholes

Hanya ada sedikit pemain yang loyal dengan satu klub sepanjang kariernya. Salah satunya adalah Paul Scholes. September 2008 ini, ia akan menggenapkan 14 tahun kariernya bersama Manchester United, dan dijadwalkan akan masuk ke dalam English Football Hall of Fame beberapa hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-34.

Pada 21 September mendatang, atau delapan hari setelah merayakan ulang tahunke-34, Paul Aaron Scholes akan menggenapkan 14 tahun kariernya bersama Manchester United. Pada September tahun ini pula Scholes, bersama David Beckham — mantan rekannya di Manchester United — akan masuk ke dalam English Football Hall of Fame.

Seperti Francesco Totti di AS Roma, dan Paolo Maldini di AC Milan, Scholes adalah one man club bersama Ryan Giggs. Ia menghabiskan seluruh kariernya dengan MU dan hampir tidak pernah berpikir akan pindah ke klub lain.

Bersama Ryan Giggs, Scholes saat ini relatif sedang memasuki masa persiapan pensiun. Ia tidak muda lagi, meski tenaganya masih amat diperlukan. Sir Alex Ferguson telah melakukan regenerasi, dengan mempersiapkan pemain yang akan mengisi posisinya.

Banyak catatan menarik tentang Scholes dan perjalanan kariernya bersama Manchester United. Berikut ini sepuluh yang paling menarik tentang gelandang yang disebut Edgar Davids sebagai yang terbaik di dunia.

10. Scholes lahir di Salford dan tumbuh sebagai pendukung Oldham Athletic, tapi memilih berlatih dengan Manchester United pada usia 14 tahun.

9. Ia bergabung dengan Setan Merah sebagai trainee tahun 1991, saat masih menempuh pendidikan Cardinal Langley Roman Catholic High School. Ia bukan anggota skuad MU yang memenangkan gelar FA Youth Cup 1992, tapi menjadi bagian integral skuad itu musim berikutnya.

8. Scholes resmi menjadi pemain profesional pada 23 Juli 1993, tapi baru masuk ke tim inti MU musim berikutnya.

7. Debutnya di tim inti MU terjadi pada 21 September 1994. Ia mencetak dua gol ketika MU mengalahkan Port Vale 3-2 di Piala Liga. Publik Manchester melihatnya sebagai pelapis Eric Cantona, yang saat itu dilarang tampil selama delapan bulan akibat menendang seorang fans dalam laga melawan Crystal Palace, paling menjanjikan. Alex Ferguson mencobanya, dengan menurunkan Scholes sebagai pemain pengganti saat melawan Everton di final FA. Scholes tampil menawan dengan nyaris mencetak dua gol, tapi MU kalah 1-0.

6. Pada musim 1995-1996, setelah Mark Hughes pindah ke Chelsea, Scholes memperoleh kesempatan menjadi starter. Ia bermain di posisi yang biasa ditempati Eric Cantona, sebagai partker Andy Cole, selama dua bulan pertama. Ketika Eric Cantona kembali, Scholes masih tetap bermain sebagai gelandang, dan MU menjadi tim pertama yang memenangkan dua gelar.

5. Scholes menutup musim 1995-1996 dengan mencetak 14 gol. Namun di musim 1996-1997 ia hanya tampil di 16 pertandingan, dan hanya mencetak tiga gol. Musim 1997-1998, ketika Roy Keane cedera lutut cukup dan tidak bermain hampir sepanjang musim, Scholes mengubah dirinya dari forward attacker menjadi gelandang paling berbakat. Puncaknya terjadi pada musim 1998-1999, ketika MU meraih gelar Liga Primer, Piala FA, dan Liga Champions. Ia mencetak banyak gol-gol penting di Liga Champions, tapi tidak tampil ketika MU menghadapi Bayern Munich di final.

4. Selama 14 tahun kariernya di Old Trafford, Scholes memenangkan delapan gelar Liga Primer, tiga trofi Piala FA, dua trofi Liga Champions, dan satu Piala Intercontinental. Pada 30 April 2008, ia mencetak gol ke-139 untuk MU. Pada 23 April 2008, Scholes menggenapkan penampilan ke-100 di Liga champions ketika MU menghadapi Barcelona.

3. Scholes tujuh tahun memperkuat Three Lions, dan memutuskan pensiun ketika pelatih Steve McClaren memainkannya di luar posisi tradisionalnya karena harus mengakomodasi Steven Gerrard dan Frank Lampard. Dia tiga kali menolak panggilan kembali ke timnas Inggris di bawah asuhan Fabio Capello.

2. Ia tercatat sebagai gelandang yang mencetak dua kali hat-trick sepanjang sejarah sepakbola Inggris, dan keduanya dilakukan ke gawang klub yang sama; Newcastle United.

1. Scholes adalah satu dari sedikit pemain yang tidak memiliki agen. Seluruh negosiasi kontrak dengan klub dilakukannya sendiri. Ia paling jarang memberikan wawancara kepada wartawan, dan menerima kontrak iklan.

Sumber : goal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: